PT.Pelet Biomass Indonesia Pelopor Produsen Wood Pellet kualitas ekspor

PELLET-PAITON

Renewable Energy for Indonesia

Sabtu, 10 Juni 2017

Cara Menghitung kapasitas Rotary Dryer

Inilah contoh untuk menunjukkan kepada Anda bagaimana cara menghitung kapasitas pengering serbuk gergaji kayu:

I, Kebutuhan Bahan Baku dan Proses:

Bahan: Kayu serbuk gergaji
Kandungan air asli: 45%
Kandungan kelembaban bahan kering: 15%
Spesifikasi peralatan: triple-layer, 2. 4m * 12m (diameter luar)

II, Suhu Setiap Tahap:

Kompor dalam: 350 ℃ (udara panas)
Input Rotary Drum: 270 ~ 300 ℃ (udara panas)
Keluaran: 90 ~ 110 ℃ (udara panas)
Keluaran: 50 ~ 60 ℃ (bahan, produk jadi)

III Perhitungan Proses:

1,Tetapkan x sebagai berapa kilo bahan kering yang bisa diproduksi dengan satu ton bahan baku,
Dan kemudian: 1 * (1-45%) = x * (1-15%), dapatkan x = 0. 6471

2, Area Perhitungan Rotary Drum:

① Lapisan Luar:
Lingkaran * Panjang → 2 * π * R * 14 → 2 * 3. 14 * 1. 2 * 14 = 105. 504m2

② Lapisan tengah
Lingkaran * Panjang → 2 * π * R * (14-0 5) → 2 * 3. 14 * (1. 2-0 25) * 13. 5 = 80. 541m2

③ Lapisan dalam:
Lingkaran * Panjang → 2 * π * R * (14-0 5) → 2 * 3. 14 * (0. 95-0 25) * 13. 5 = 59. 346m2
Total: ① + ② + ③ = 245. 391m2

3, Kapasitas penguapan per meter persegi per 24 jam: 218kg;

4, Total kapasitas penguapan adalah: 245. 391 * 218kg = 53495. 238kg = 53. 495238 ton;

5, Penguapan air satu ton bahan baku: 1-0. 6471t = 0. 3529t;

6, Tetapkan x sebagai jumlah bahan baku (ton) yang bisa menghasilkan 53. 495238 ton air, dan
X * 0 3529 = 53. 495238, kemudian dapatkan x = 151. 5875 ton;

7, Kapasitas total sistem pengeringan: 151. 5875 * 0. 6471 = 98. 09227125 ton;

8, Kapasitas output per jam: 98. 09227125 ÷ 24h5875 ÷ 24h = 6. 316t / h.


Sekian terimakasih, semoga bermanfaat.
Share:

Sabtu, 29 April 2017

PERBEDAAN TORREFACTION & KARBONISASI

Berkurangnya pembakaran batubara, permintaan global untuk energi biomassa meningkat pesat dalam beberapa dekade terakhir ini. Sebagai sumber energi terbarukan global terbesar, energi biomassa menyumbang perkiraan 10% dari produksi energi primer global. Dengan meningkatnya kekhawatiran tentang pemanasan global dan pembangunan berkelanjutan, pangsa ini diperkirakan akan meningkat

Penggunaan energi biomassa yang paling umum adalah pembakaran langsung, diikuti dengan gasifikasi, karbonisasi, pemerasan dll. Meskipun emisi dari pembakaran biomassa langsung jauh lebih rendah daripada batubara, orang mencari cara yang lebih bersih untuk mengurangi emisi karbon. Setelah melalui carbonization dan torrefaction, produk biomassa memiliki nilai kalor pemanasan yang lebih tinggi dan emisi gas buang yang lebih rendah.

Test Item
Unit
Wood Chip
Wood Pellet
Torrefied Wood Pellet
Diameter
mm
-
6,7,8
6,7,8
Length
mm
-
L≤30mm more than 95%, no L≥40mm
3.15≤L≤40
Bulk Density
kg/m³
BD≥200
650≤BD≤750
BD≥650
Moisture Content
%
25-50
U≤10
U≤8
Fine Rate
%
-
F≤1.0
F≤2.0
Mechanical Durability
%
-
DU≥97.5
DU≥95
Higher Level
Kcal/kg
≥2950
≥4200
≥5256
Lower Level
Kcal/kg
≥2600
≥3820
≥4785
Ash Content
%
AC≤3
AC≤5.0
AC≤7
Sulphur s
%
S≤0.1
S≤0.04
S≤0.05
Nitrogen N
%
N≤1
N≤0.5
N≤1
Chlorine Cl
%
Cl≤0.05
Cl≤0.03
Cl≤0. 1
Arsenic As
mg/kg
As≤1
As≤1
As≤2
Cadmium Cd
mg/kg
Cd≤2
Cd≤0.5
Cd≤1
Chrom Cr
mg/kg
Cr≤10
Cr≤10
Cr≤15
Cu
mg/kg
Cu≤10
Cu≤10
Cu≤20
Hg
mg/kg
Hg≤0.1
Hg≤0.1
-
Nickel Ni
mg/kg
Ni≤10
Ni≤10
Ni≤10
Lead Pb
mg/kg
Pb≤10
Pb≤10
Pb≤10
Zinc Zn
mg/kg
Zn≤100
Zn≤100
Zn≤100

Karbonisasi yang menghasilkan arang dari biomassa dipraktekkan secara luas untuk ekstraksi besi dari bijih besi di India kuno dan China (4.000 SM). Arang masih banyak digunakan di belahan dunia sebagai bahan bakar tanpa asap dan juga media penyaringan air atau gas.
Peramalan (kata Perancis untuk "pemanggangan"), opsi konversi biomassa yang relatif baru, serupa dengan karbonisasi yang menghasilkan bahan bakar padat dari biomassa namun memiliki beberapa perbedaan penting. Bagaimanapun, pilihan ini juga menarik banyak perhatian terutama dalam aplikasi jangka pendeknya dalam co-firing biomassa di pembangkit listrik berbahan bakar batubara dan mungkin untuk penggantian kokas dalam metalurgi.

Biocoal vs Wood Pellet

Apa itu torrefaction?

Ini adalah proses termokimia di lingkungan oksigen yang inert atau terbatas, di mana biomassa dipanaskan perlahan sampai suhu tertentu ditentukan dan dipertahankan di sana untuk waktu yang ditentukan sehingga menghasilkan degradasi hampir dekat kandungan hemiselulosa sambil memaksimalkan hasil massa dan energi dari Produk padat Kisaran suhu tipikal untuk proses ini adalah antara 200 ℃ dan 300 ℃. Bila suhunya lebih tinggi dari 300 ℃, maka akan menyebabkan hilangnya lignin dalam biomassa, yang bisa menyulitkan pembentukan pelet dari produk yang dipecat.

Apa itu karbonisasi?

Karbonisasi (atau karbonisasi) adalah istilah untuk konversi zat organik menjadi karbon atau residu yang mengandung karbon melalui pirolisa atau distilasi destruktif. Rentang suhu dari proses ini di atas 300 ℃.

Apa perbedaan antara carbonization dan torrefaction?

Proses torrefaction terkadang membingungkan dengan carbonization, namun motivasi, kondisi proses dan penggunaan kedua proses ini belum tentu sama.
  1. Tujuan Utama:
    • Tujuan utama dari torrefaction adalah untuk meningkatkan densitas energi biomassa dengan meningkatkan kandungan karbonnya sambil menurunkan kadar oksigen dan hidrogennya. Tujuan ini serupa dengan karbonisasi yang menghasilkan arang namun dengan perbedaan penting bahwa yang terakhir tidak mempertahankan jumlah maksimum energi biomassa, dan dengan demikian memberi hasil energi rendah.
  2. Kondisi Proses: 
    • Karbonisasi mirip dengan torrefaction dalam banyak hal, baik carbonization dan torrefaction memerlukan tingkat pemanasan yang relatif lambat. Karbonisasi terjadi pada suhu yang lebih tinggi dengan tingkat oksigen tertentu yang memungkinkan pembakaran yang cukup untuk memasok panas untuk proses tersebut. Proses torrefaction di sisi lain mencoba menghindari oksigen dan pembakaran. Torrefaction adalah dekomposisi termal yang terjadi pada suhu rendah dan dalam kisaran suhu yang sempit 200 ~ 300 ℃, sedangkan karbonisasi adalah 600 ℃ proses destilasi yang merusak. Karbonisasi menghasilkan lebih banyak bahan bakar padat energi daripada torrefaction, namun menghasilkan energi yang jauh lebih rendah.
  3. Penggunaan:
    • Kedua pelet torrefaction dan pelet karbonisasi dapat digunakan sebagai bahan bakar. Selain itu, pelet karbonisasi dapat digunakan dalam industri berikut:
      • Pembuatan karbon disulfida, natrium sianida, dan karbida;
      • Peleburan dan sintering bijih besi, pengerasan kasus baja, dan pemurnian peleburan logam nonferrous;
      • Pelet karbonisasi dapat dikonversi menjadi karbon aktif, yang berlaku untuk pemurnian air, pemurnian gas, pelarut pulih, dan pengolahan air limbah;
      • Penyerapan karbon dan remediasi tanah. Pupuk ayam dan biomassa tikus dapat juga digunakan dalam perbaikan tanah.
Share:

Kamis, 27 April 2017

WOOD PELLET INDONESIA

Akhir-akhir ini isu tentang penggunaan bahan bakar yang berasal dari energi terbarukan semakin kencang. Penggunaan bahan bakar non fosil menjadi harapan masa mendatang. Salah satunya adalah penggunaan wood pellet untuk bahan bakar rumah tangga. Setelah keberhasilan pemerintahan SBY mengkonversi minyak tanah menjadi gas, sekarang ada peluang bagus untuk menggunakan kompor wood pellet dengan bahan bakar berasal dari biomassa baik sampah biomassa maupun biomassa dari tanaman yang sengaja ditanam sebagai tanaman energi. Wood pellet sangat ekonomis dan membantu program mitigasi perubahan iklim. Penggunaan wood pellet pada hakekatnya menjalankan siklus karbon netral dengan level emisi nol.

Kompor wp yono2Jika kita bandingkan wood pellet dengan gas LPG tabung melon bersubsidi 3 kg maka masih lebih ekonomis wood pellet. Jika tinjauannya waktu, penggunaan gas LPG 3 kg akan habis selama 7 jam efektif, artinya biaya perjamnya Rp 2.850 (harga per tabung melon Rp 20.000). Sedangkan wood pellet, dengan jumlah 0,5 kg wood pellet, kompor bisa tetap menyala selama 1 jam, artinya biaya perjamnya kurang dari Rp.750,-. Namun jika ditinjau dari nilai kalorinya, gas LPG menghasilkan 11.000 kcal/kg sedangkan wood pellet hanya menghasilkan 4.700 kcal per kg. Artinya energi wood pellet perlu dikalikan 2,34 kali gas LPG. Dengan standard harga yang sama seperti contoh di atas, maka penggunaan wood pellet per kg akan berbiaya Rp 1.500 x 2,3 = Rp 3.510. Jika biaya LPG per kg adalah Rp. 6.600,- maka kita masih bisa berhemat Rp.3.156,- atau sekitar 47%. Jika dibandingkan dari sisi kepraktisan memang kompor wood pellet akan kalah dengan kompor gas yang tinggal klik langsung nyala. Namun untuk penggunaan memasak dalam jangka waktu lama, penggunaan wood pellet patut dipertimbangkan.

Ini sebetulnya pancingan buat pemerintah terutama Kementerian ESDM untuk bisa memasyarakatkan kompor ini dengan skala yang luas. Kita bisa sediakan kompor yang satu paket dengan wood pelletnya. Jika bisa bekerjasama dengan retailer-retailer kecil seperti minimart (indomart,alfamart, SB, dll) dan supermarket, maka tidak mustahil penggunaan kompor wood pellet bisa mengindonesia karena murah, aman, dan ramah lingkungan. Bahan baku wood pellet yang berasal dari biomassa bisa menjadi pemicu masyarakat untuk gemar menanam atau penyedia solusi daur ulang sampah kayu dan ranting yang biasa nangkring di pintu-pintu air di Jakarta dan kota-kota besar lainnya. Gambar berikut adalah contoh sampah kayu yang selalu ngendon di pintu sungai (diunduh dari situs merdeka.com).

Sampah sungai-merdekaJika kita atau Pemda bisa bangun pabrik wood pellet yang bisa memanfaatkan sampah kayu dan biomassa ini, tentu akan memberikan solusi yang menguntungkan. Membersihkan sampah sekaligus menangguk rupiah.

Share:

Senin, 03 April 2017

BURNER GRAVITY FEED



Burner Gravity Feed, kompor biomasa menggunakan bahan bakar wood pellet, kapasitas produksi 10 s/d 20 kg per jam, cocok gunakan untuk industri kecil, diantaranya pengarajin tahu dan tempe.






Share:

Rabu, 22 Februari 2017

PABRIK PELLET BIOMASS INDONESIA

PT. Pellet Biomass Indonesia adalah salah satu perusahaan terkemuka di Indonesia yang memproduksi dan mengekspor pelet kayu dengan kualitas tertinggi. Sebagai produsen pelet kayu terbesar di jawa timur, Indonesia, kami mengambil banyak pengalaman dalam segi kualitas produk, pengiriman cepat dan harga yang wajar yang kami tawarkan dalam menjual pellet kayu kelas premium kami. Standar kualitas yang ketat kami berlakukan untuk setiap pelet kayu di setiap potongannya yang melampaui standar industri. Dan tujuan utama dari perusahaan kami adalah untuk terus memperbaiki dan berkembang dalam bisnis pelet kayu kelas premium kami. Satu hal yang tidak pernah berubah: dedikasi kami untuk membuat pelet kayu berperforma terbaik untuk seluruh dunia


Applikasi: Sistem pemanas
Densitas: 0.7 gr/ cc
Diameter: 6mm ~ 8mm
Bentuk: Stick
Panjang: 3 – 5 cm
Kalory / kg: 4600 Kcal/kg
Kelembaban:  8%
Ash Content : 1.2%
Material: 100% Wood Fiber
Minimal pemesanan:  16 Ton/ Tons
Pelabuhan: Indonesia, surabaya
Packaging Details: PP Jumbo Bags
Delivery Time: 1 bulan
Termin pembayaran: L/ C, T/T
Kemampuan menyuplai: 2000 Ton/ bln


Share:

Jumat, 03 Februari 2017

PELLET-PAITON

PELLET BIOMASS INDONESIA  adalah perusahaan yang bergerak di bidang inovasi pengadaan energi alternatif dengan cara mengelola limbah biomass menjadi briket pellet,kapasitas produksi kami 1000 Ton per Bulan,dan sumber bahan baku wood pellet dari kayu keras tanpa campuran apapun sehingga mengahasilkan nilai kalor yang tinggi,Selain memproduksi pellet bahan bakar dari Biomass kami juga bekerjasama dengan cv agro jawa dwipa melayani pembuatan tungku dengan bahan bakar biomass baik untuk skala industri maupun rumah tangga.
PABRIK
JL.Surabaya - Situbondo No 888, Kel.Sumberayar, Kec.Paiton, Probolinggo Jawa Timur


WORKSHOP CV KARYA BERSAMA
Alamat      : JL. Riung Gede Permai Blok C no 3 -Bandung

PEMASARAN JABODETABEK
Nama        : SYUKUR
Alamat      : Kp Lio Rt 01 Rw 01,Pondok Kacang Timur,Pondok Aren, Tangerang selatan
Phone      : 0812-8089-6800

Share:

Rabu, 01 Februari 2017

MENGENAL TENTANG WOOD PELLET

Kebutuhan kayu bakar pada daerah dataran tinggi cenderung lebih tinggi bila dibandingkan di dataran rendah, karena pada umumnya suhu udara sangat dingin sehinga memerlukan penghangat tubuh, selain untuk kebutuhan memasak. Kebutuhan kayu bakar di Indonesia sekitar 2,54 m³/kapita/tahun dan tergolong cukup tinggi untuk memenuhi 250 juta jiwa. Bila diasumsikan pengguna kayu bakar adalah penduduk yang tinggal di pedesaan sekitar 116,274 juta maka kebutuhan kayu bakar nasional sekitar 295,5 juta m³/tahun. Disisi lain luasan hutan kita semakin menyempit akibat alih fungsi hutan untuk pertambangan, pertanian, tempat tinggal dan lainnya. Oleh karena itu pemerintah berupaya mendorong penggunaan sumber energi terbarukan melalui Perpres no.5 tahun 2006 tentang kebijakan energi nasional dengan target 5% energi baru dan terbarukan termasuk didalamnya dari biomassa dalam bauran energi nasional sampai dengan tahun 2025.
Salah satu energi alternatif untuk memenuhi kebutuhan kayu bakar adalah penggunaan wood pellet. Wood pellet adalah pelet kayu yang dibuat dari kayu maupun sisa pengolahan kayu seperti: ranting, seresah daun, serbuk gergaji dan kulit kayu. Dengan perekat dan proses pengepresan menggunakan tekanan tinggi akan dihasilkan wood pellet berukuran diameter 6-10 mm dan panjang 10-30 mm, kepadatan rata-rata 650 kg/m3 atau 1,5 m3/ton. Saat ini tanaman yang sering digunakan sebagai wood pellet berasal dari tanaman cepat tumbuh seperti Sengon (Falcataria mollucana) dan Kaliandra (Caliandra calotyrsus). Proses pembuatan wood pellet dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu proses kering dan basah. Proses kering yaitu dengan menggunakan bahan baku dikeringkan sampai kadar air maksimal 10% selanjutnya dipres dengan tekanan tinggi dan dipanaskan pada suhu sekitar 120-1800C. Sedangkan untuk proses basah menggunakan bahan baku dengan kadar air tinggi, ditambah tepung kanji dan air kemudian dipres dengan tekanan tinggi, setelah itu baru dikeringkan.


KEUNGGULAN  WOODPELLET SEBAGAI SUMBER ENERGI


Bila dibandingkan dengan bahan bakar lainnya wood pellet memiliki kelebihan antara lain: 1) Memiliki emisi CO2  10 kali lebih rendah dari batu bara dan minyak serta 8 kali lebih rendah dari   penggunaan gas; 2) Kadar air yang konstan; 3) Praktis dalam hal penggunaan dan penyimpanan; 4) Nilai kalor  4,7 KWh/kg atau 19,6 GJ/od mg yang hampir sama dengan batu bara pada jumlah yang sama; 5) Mudah dinyalakan; 6) Kadar abu yang rendah 0,5%; dan 7) Asap lebih rendah dari penggunaan kayu bakar lainnya;Secara garis besar bahwa penggunaan woodpellet memiliki keunggulan dibandingkan dengan bahan bakar fosil, antara lain dapat diperbarui (renewable), efisein karena biaya lebih rendah, bersih, lebih ekonomis, mudah penggunaannya baik untuk memasak maupun untuk pembangkit listrik dan ramah lingkungan karena kadar karbon yang dihasilkan lebih rendah.  Dengan berbagai keunggulan tersebut wood pellet telah menjadi sumber energi baru di masa mendatang. Wood pellet dapat pula digunakan sebagai pembangkit listrik. Di negara Amerika dan Eropa wood pellet dibakar dengan sistem gasifikasi yang menghasilkan panas untuk memanaskan boiler. Uap panas yang dihasilkan oleh boiler inilah yang digunakan untuk menggerakkan turbin penghasil listrik.


PASAR DAN NILAI EKONOMI WOOD PELLET

Pasar wood pellet masih terbuka lebar, sebagian besar pengguna wood pellet adalah negara-negara beriklim 4 musim terutama untuk penghangat ruangan saat musim dingin. Penggunaan wood pellet di negara-negara Eropa biasanya untuk pendingin rumah, sekolah, perkantoran dan pembangkit listrik. Produksi wood pellet di Indonesia pada tahun 2007 mencapai 40.000 ton, sementara produksi wood pellet dunia telah mencapai 10 juta ton. Produksi wood pellet tersebut belum mampu memenuhi kebutuhan wood pellet dunia sebesar 12,7 juta ton padda tahun 2010. Di Asia, wood pellet banyak di konsumsi oleh China, Korea Selatan dan Jepang. Terkait hal tersebut, Korea Selatan bekerja sama dengan Indonesia (Perhutani) telah membangun industri pengolahan wood pellet di Wonosobo, Jawa Tengah menggunakan sisa kayu Kaliandra (Caliandra calotyrsus) dan Sengon (Falcataria mollucana) dengan produksi awal 5000 ton/bulan. Saat ini prouduksi wood pellet telah meningkat hingga 18.000 ton/tahun dengan  bahan baku dipenuhi  dari areal Perhutani seluas 30.000 haHarga wood pellet saat ini sekitar Rp. 1,4 juta – 2,5 juta /ton . Bila dalam 1 Ha menanam Acacia auriculiformis dengan jarak tanam 3 x 3 m tanpa ada penjarangan maka akan didapatkan 1100 pohon pada umur 5 tahun. Jika diasumsikan volume per batang A.auriculiformis adalah 0,6 m3, maka akan didapatkan volume kayu dalam 1 ha = 660 m3 (asumsi berat jenis kayu A.auriculiformis: 460 kg/m3). Dari total volume tersebut, bila 25% digunakan untuk wood pellet dan 75% diperuntukkan untuk kayu pertukangan maka dalam 1 ha didapatkan bahan wood pellet 75,9 ton. Dengan demikian pendapatan kotor (sebelum dikurangi untuk biaya produksi) akan menghasilkan wood pellet senilai Rp. 106.260.000 – Rp.189.750.000,-. Wood pellet di Indonesia diharapkan semakin berkembang mengingat cadangan minyak bumi semakin berkurang. Peluang pengembangan wood pellet ditangkap oleh Inhutani III yang bekerja sama dengan investor Korea Selatan yang akan membangun industri pengolahan wood pellet berkapasitas produksi 30 ribu ton/tahun dengan nilai investasi Rp. 42 miliar. Dorongan kepada masyarakat dan pelaku industri agar turut menggunakan wood pellet perlu terus digaungkan agar proses transformasi ini berhasil. Hal ini akan mengurangi ketergantungan kita terhadap bahan bakar fosil yang semakin lama semakin menipis cadangannya, dan berganti kepada sumber energi terbarukan yang ramah lingkungan. (M. Aniz Fauzi - BBPBPTH)

Share:

PABRIK PELLET BIOMASS INDONESIA

PT. Pellet Biomass Indonesia adalah salah satu perusahaan terkemuka di Indonesia yang memproduksi dan mengekspor pelet kayu dengan kual...

PT Pelet Biomas Indonesia

PT Pelet Biomas Indonesia adalah salah satu perusahaan di Indonesia yang memproduksi dan mengekspor pelet kayu dengan kualitas tertinggi. Sebagai produsen pelet kayu berlokasi di jawa timur, kami mengambil banyak pengalaman dalam segi kualitas produk, pengiriman cepat dan harga yang wajar yang kami tawarkan dalam menjual pellet kayu kelas premium kami. Standar kualitas yang ketat kami berlakukan untuk setiap pelet kayu di setiap potongannya yang melampaui standar industri. Dan tujuan utama dari perusahaan kami adalah untuk terus memperbaiki dan berkembang dalam bisnis pelet kayu kelas premium kami.

::::::::::MY FANPAGE::::::::::

::::::::::ADS::::::::::

::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::

Google+ Badge

Cari Blog Ini

PT Pellet Biomass Indonesia. Diberdayakan oleh Blogger.

LIVE CHAT